Budaya

Pura Batu Bolong Desa Sanggalangit, Dipercaya Sebagai Teropong Niskala
Budaya, DewataRoundUP

Pura Batu Bolong Desa Sanggalangit, Dipercaya Sebagai Teropong Niskala

Sanggalangit, Di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak terdapat sebuah pura yang memiliki keunikan berupa batu yang berlubang menyerupai teropong. Keunikan sebuah bongkahan batu padas yang memiliki lubang membuat pura yang berada di Dusun Wana Sari, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak sehingga masyarakat sekitar menyebutnya Pura Batu Bolong. Lokasi pura berada di sisi selatan di areal perbukitan yang masuk kedalam hutan Negara yang dikelola oleh Desa, dengan mengendarai Roda Dua kita akan melalui medan yang sedikit menantang sejauh kurang lebih dua kilo meter dari jalan utama Singaraja-Gilimanuk. Diceritakan Jro Mangku Ketut Cenik selaku pemangku di pura tersebut, keberadan batu tersebut sebenarnya sudah ada sejak dahulu, bahkan tempat tersebut dijadikan tempat peristirahatan untuk wa...
Belajar Otodidak, Edi Budiana Terjun ke Bisnis Kerajinan Bambu
Budaya, DewataRoundUP, Ekonomi

Belajar Otodidak, Edi Budiana Terjun ke Bisnis Kerajinan Bambu

Alasangker, Dengan niat yang kuat untuk belajar sendiri, I Gede Edi Budiana kini menjadi seorang perajin bambu dengan omset jutaan rupiah.Usaha tidak akan menghianati hasil, I Gede Edi Budiana perajin rindik asal Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker sejak berada dibangku SMP sudah mulai belajar sendiri untuk membuat kerajinan bambu berupa rindik. Awalnya ia hanya hobi memainkan rindik saja tetapi setelah sekian lama mulai penasaran bagaimana cara membuatnya lalu ia pun belajar bagaimana cara membuat kerajinan rindik pada salah satu perajin. Ternyata memakan waktu yang sangat lama untuk bisa membuat dan memahami kerajinan rindik, ia mempelajari otodidak sampai menghabiskan waktu tiga tahun akhirnya bisa membuat langsung dan kini sudah memiliki usaha kerajinan bambu yang diberi nama...
Apit Surang, Strategi Andalan Patih Jelantik dalam Perang Jagaraga
Budaya, DewataRoundUP

Apit Surang, Strategi Andalan Patih Jelantik dalam Perang Jagaraga

Jagaraga, Strategi perang Apit Surang menjadi strategi andalan Patih I Gusti Ketut Jelantik bersama Jro Jempiring dalam perang Jagaraga sebelum akhirnya Buleleng  berhasil dikuasai Belanda.Setelah Perang Buleleng berakhir, I Gusti Ngurah Made Karangasem, I Gusti Ketut Jelantik bersama pasukannya memindahkan Kerajaan Buleleng ke Desa Jagaraga. Dipilihnya Desa Jagaraga karena letaknya yang berada di bukit dan banyak jurang, memudahkan mereka untuk melakukan serangan mendadak, Hanya ada satu jalan penghubung, yakni melalui Desa Sangsit. Hal ini memudahkan mereka untuk mengintai musuh yang hendak menyerang, Jarak antara Jagaraga serta Pabean tergolong pendek sehingga mereka mudah mengawasi gerak gerik pasukan Belanda.Selama di Jagaraga, I Gusti Ketut Jelantik dan Raja Buleleng den...
Pariwisata Lumpuh, Perajin Wayang Kulit Tetap Produksi
Budaya, DewataRoundUP

Pariwisata Lumpuh, Perajin Wayang Kulit Tetap Produksi

Nagasepaha, Ditengah pandemi covid-19, perajin Wayang Kulit asal desa Nagasepaha tetap memproduksi wayang kulit walaupun pesanan hanya 1 sampai 4 pcs dalam sebulan.Pandemi covid-19 membuat semua sektor menjadi lumpuh, terutama yang sangat terdampak adalah sektor pariwisata. Hal ini juga menyebabkan beberapa perajin mengalami kesulitan untuk memasarkan produknya karena sebagian besar pembeli adalah tamu asing.Perajin Wayang Kulit asal desa Nagasepaha Wayan Arnawa (51) mengatakan,  usaha yang sudah digelutinya dari bangku SD, kini mengalami kesulitan dalam pemasaran. Selain itu kulit sapi semakin mahal dan harga wayang kulit yang semakin murah ditawar. "Sekarang harga kulit sapi juga sudah mahal dan harga wayang semakin murah karena tidak ada pembeli dari tamu asing paling yang ...