Senandung Giri: Dinamika Politik Buleleng

Catuspata, Desakan mahasiswa untuk tidak melanjutkan wacana Presiden tiga periode membuat Presiden Joko Widodo segera melantik anggota Komisi Pemilihan Umum KPU dan Badan pengawas Pemilu, Bawaslu Republik Indonesia pada tanggal 12 April 2022. Seperti diketahui pelaksanaan Pemilu serentak akan digelar tanggal 14 Pebruari dan Pilkada Gubernur dan Bupati pada tanggal 27 Nopember 2024 mendatang.

Masa jabatan duet bupati Putu Agus Suradnyana dan wabup dr. Nyoman Sutjidra akan berakhir tanggal 27 Agustus 2022 mendatang. DPRD Buleleng telah melayangkan surat pemberitahuan bekrahirnya masa jabatan Bupati Buleleng kepada Gubernur Bal pada bulan Pebruari lalu. Selanjutnya siapa yang akan  ditunjuk sebagai penjabat,  Bupati Buleleng hingga tahun 2024 mendatang hingga kini masih dalam proses.  Terdapat beberapa nama pejabat yang saat ini sebagai pejabat di jajaran pemerintah propinsi bali diantaranya Sekwan DPRD Bali Gede Suralaga dari desa Bondalem kecamatan Tejakula, I Ketut Ngurah Boy Jaya Wibawa yang saat ini menjabat sebgaai Kadisdikpora Bali dari desa Kalianget kecamatan Seririt, Dewa Gede mahendra Putra yang saat ini menjabat sebagai Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Propinsi Bali dari Kelurahan Kaliuntu dan Karo Hukum setda Propinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana dari desa Kayuputih Kecamatan Banjar. Sedangkan satu-satunya nama yang muncul dari birokrat Buleleng adalah sekda Gede Suyasa. Hingga kini proses masih berjalan dan sangat tergantung dari kepentingan Gubernur bali saat ini yakni Ir Wayan Koster mengingat Gubernurr Koster masih punya peluang untuk memimpin dua periode dan wacana itu sudah mulai menggelinding walau sesungguhnya Pilkada Gubernur masih dua tahun lagi. Gubernur Koster tentu akan mamsang personal yang mau dan mampu menterjemahkan intruksinya untuk memenangkan dirinya pada periode kedua. Walau sesungguhnya birokrat tidak boleh berpolitik praktis.

Sesungguhnya gambaran untuk Gubernur Ir wayan Koster akan memimpin Bali untuk  periode yang kedua kalinya akan terlihat pada Rakerda PDI Perjuangan yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang. Selain mama Koster yang notabene adalah nyame Gelah uli Buleleng ,mulai berhembus nama-nama I Gusti Ngurah Jaya Negara yang saat ini menjabat sebagai sekretaris DPD PDI Perjuangan Bali, Made Urip yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI serta Anak Agung Gede Ngurah Puspayaga, mantan wabug bali  atau bahkan nama Anak Agung Bintang Darmawati Puspayoga yang kini menjabat sebagai menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  pada Kabinet Indonesia Maju. Nah semuanya ini tergantung keputusan Rakerda PDI Perjuangan Bali dibawah kendali ketua umum PDIP Megawati Sukarno Putri.

Lalu apa hubungannya dengan dinamika Politik di Buleleng? Simak pada edisi senandung giri berikutnya,

Tim Pemberitaan Dewata Roundu Up.(tut/dpa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


NUANSA GIRI ON-AIR
ON-AIR
NUANSAGIrI