Bisnis Korean Cake Kekinian Jadi Tren Ditengah Pandemi

Buleleng, Bisnis korean cake kekinian dimasa pandemi menjadi tren dikalangan milenial. Intan Hadriyani dan Sri Meshi sukses dari bisnis cake kekinian.

Berawal dari rasa bosan karena dirumah saja selama pandemi covid-19, dua wanita muda Intan Hadriyani (22) dan Sri Meshi (22) berhasil menjalankan bisnis korean cake kekinian. Korean cake ini sedang menjadi tren dikalangan milenial karena sering muncul di drama korea dan acara musik. Seperti yang dilakoni oleh Intan dan Sri. Mereka sukses menjalani bisnis korean cake. Bisnis kue gaya korea tersebut dinamakan Lucky Land yang baru dirintis semenjak Juni 2020.  “Kalau saya dengan parter saya sudah kenal dari kecil, waktu pandemi kita berpikir untuk membuat bisnis, awalnya kita ga langsung buat bisnis korean cake banyak yang kita coba tapi jodohnya ya dibisnis korean cake ini dan akhirnya kita bentuk Lucky Land,”ujarnya.

Intan Hadriyani menceritakan, awal mula ia dan rekannya menjalankan bisnis korean cake karena merasa jenuh ditengah pandemi. Ia pun belajar secara otodidak untuk membuat Korean cake kekinian. Berkat bisnis korean cake nya, ia dan rekannya meraup untung Rp 5-7 juta dalam perbulannya. “Karena pandemi kita berpikir dan bergerak gimana caranya nambah bekel, kita sudah capai Rp 5-7 juta dalam perbulan,”ungkapnya.

Rekan bisnisnya Sri Meshi pun mengatakan, untuk diawal merintis bisnis tidak ada kendala modal karena bisnis Korean cake termasuk bisnis minim modal.  Harga korean cake yang ia jual harganya sangat terjangkau mulai dari Rp 15 ribu yaitu mood box, Rp 35 ribu Bento cake dan masih banyak lagi. Banyak kaum milenial yang tertarik untuk membeli,  selain harga yang terjangkau, kualitas rasanya juga bisa diadukan. “Awal modal kita kecil banget kurang lebih Rp 200 ribu perorang, kita muter modal dari awal dan kita terus coba hingga sampai dititik ini ramai peminat terutama kaum milenial,”pungkasnya.(dpa) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.


NUANSA GIRI ON-AIR
ON-AIR
NUANSAGIrI