Berhenti Jadi Holiday Consultant, Suryaningsih Jalankan Agrowisata Petik Stroberi

Pancasari, Berhenti menjadi holiday consultant di salah satu hotel di Jimbaran, Ketut Suryaningsih fokus menjalankan usaha agrowisata petik stroberi.

 Ketut Suryaningsih fokus menjalankan usaha agrowisata petik stroberinya bersama suami. Lahan milik seluas 30 are yang berada dipinggir jalan raya Pancasari-Singaraja Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng diolah menjadi kebun stroberi. Agrowisata dengan nama Dylan Petik Strawberry itu dirintis sebelum pandemi. Namun sayang, sejak awal pandemi pengunjung kian menurun hingga berdampak pada keuntungan yang diperoleh. Agrowisatanya tetap buka, namun dengan kebijakan pengunjung tidak boleh berlama-lama berada di kawasan agrowisata.

Kepada reporter Radio Nuansa Giri Ketut Suryantini mengatakan keuntungan menurun hingga 80 persen. Karena sepinya pengunjung, stroberi siap petik harus dibekukan, jika tidak kerugian yang ditanggung lebih banyak. “Buahnya banyakan yang busuk biasanya kita Sabtu Minggu buahnya habis sampai kekurangan, tapi sekarang hampir 100 kg busuk, pemasukan selama pandemic hampir tidak ada paling saya petik sendiri saya olah jadi frozen,”ujarnya.

Penataan kembali dilakukan ibu satu anak ini seiring dengan dilonggarkannya PPKM ke level 3. Kebun stroberinya dipercantik sehingga menarik minat pengunjung. Satu kilo stroberi yang di petik pengunjung dijual seharga 50ribu rupiah, diluar tiket masuk 10ribu perorang. “Pengunjungnya banyak sekali Sabtu Minggu sampai nolak tamu, tidak ada lagi buah yang busuk seperti PPKM,”pungkasnya.

Melonggarnya kebijakan karena PPKM level 3 disyukuri Suryaningsih. Saat ini yang dipikirkan adalah bagaimana memenuhi permintaan petik stroberi setiap hari disaat produksi buahnya sedikit karena musim hujan. “Untuk saat ini kebijakannya sudah sangat bagus, kita juga sudah bisa memutar pemasukan,”ungkapnya.(ags/dpa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


NUANSA GIRI ON-AIR
ON-AIR
NUANSAGIrI