Mesin Jukung Mati, Nelayan Terombang-Ambing Dilaut

Patas, Sempat terombang-ambing dilaut selama hampir 10 jam karena mesin perahu mati, Nelayan asal Desa Patas ditemukan selamat di perairan Desa Banyupoh.

Nyoman Santika (35), salah seorang warga Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak yang bekerja sebagai nelayan harus terombang-ambing ditengah laut hingga 10 jam lamanya akibat mesin perahu yang dibawanya mati.

Diceritakan Kepala Desa Patas, Kadek Sara Adnyana(6/10), warganya itu memang terbiasa berangkat melaut dari jam 5 pagi hingga jam 10 pagi, namun sejak Selasa (05/10) hingga jam 3 sore belum juga pulang, sehingga setelah mendapat laporan dari keluarga Nyoman Santika, pihak Desa langsung berkoordinasi untuk melakukan pencarian bersama warga sekitar dan tim Basarnas yang kebetulan berkantor di Desa Patas. “Seperti biasa warga kami mereka berangkat subuh dan balik jam 11, dan jm 11 belum datang keluarga insiatif melapor dan kami menindaklanjuti untuk melakukan pencarian,”ujarnya.

Lanjut Kades Sara Adnyana dari hasil pencarian bersama, korban Nyoman Santika ditemukan di sekitar perairan Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak dengan kondisi selamat namun mesin perahu yang di bawanya dalam kondisi mati sehingga membuat dirinya terombang-ambing ditengah laut terlebih juga karena kondisi cuaca angin dan gelombang tidak mendukung untuk bisa menepi dengan bantuan dayung. “Tadi kurang lebih pencarian 3 jam dan akhirnya ditemukan dan ditemukan di laut Banyupoh dan masih selamat ini dikarenakan mesin mati,”ungkapnya.

Kades Sara Adnyana juga menghimbau kepada warga nelayan sekitanya dalam melaut agar membawa perangkat komunikasi, sehingga ketika terjadi musibah setidaknya ada alat komunikasi untuk meminta bantuan. “Makanya kami berkoodinasi dengan basarnas agar nelayan harus membawa hp agar bisa berkomunikasi,”pungkasnya.(eta/dpa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


NUANSA GIRI ON-AIR
ON-AIR
NUANSAGIrI