Ayu Windi Tenun Ikat, Harapkan Kain Tenun Jadi Busana Modern Kaum Milenial

Buleleng, Putu Ayu Windiani owner Ayu Windi Tenun ikat mengharapkan kain tenun seperti endek dan songket yang merupakan budaya warisan leluhur masyarakat Bali secara turun-temurun dapat menjadi bagian busana modern kaum milenial.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang berlimpah. Inilah yang menjadi daya tarik bagi masyarakat luar terhadap negara Indonesia terutama Bali yang kaya akan keindahan alam dan budaya salah satunya kain endek dan songket yang merupakan warisan leluhur. Kain endek dan songket perlu terus dikembangkan, bahkan harus dilakukan inovasi dalam hal corak dan desain tampilannya, tanpa harus menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Putu Ayu Windiani owner Ayu Windi Tenun Ikat yang beralamat di Jalan Bekisar No 1 A Ayani Barat mengatakan, ia selalu mengembangkan inovasinya agar kain endek tetap eksis dimasa pandemi dan bisa menyasar kaum milenial yaitu dengan membuat berbagai jenis model baju kekinian, jaket, gantungan kunci bahkan masker dengan menggunakan kain endek. “Karena saya mikir kalau kain endek aja dijual ada yang kurang jadi saya mulai belajar buat disain baju dan sekarang lagi menyasar kaum milenial jadi saya mikir gimana endek agar bisa dipake sehari hari kayak jaket karena endek kan terkesan formal kalau didengar,”ujarnya.

Lanjut Ayu Windi wanita asal desa Klungkung itu, agar kain tenun yang merupakan warisan¬† leluhur tidak punah, apalagi diakui milik negara lain sangat diperlukan usaha bersama untuk menjaga dan melestarikannya. “Kamen ada juga, tapi lebih ke baju dan misalnya kalau ada sisa kain saya olah lagi jadiin masker, sarung bantal, ikat rambut, supaya satu kain tu agar tidak ada tersisa,”ungkapnya.(dpa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *