Loloh Naga Tetap Eksis Ditengah Pandemi Covid-19

Nagasepaha, Ditengah pandemi covid-19, jamu atau yang sering disebut loloh masih tetap eksis. Salah satunya loloh kampung Naga yang ada di desa Nagasepaha.

Usaha jamu termasuk naik daun di tengah pandemi covid-19. Khasiatnya sebagai penjaga daya tahan tubuh menjadi salah satu faktor utama yang membuat produk tradisional ini terus orang cari selama pandemi berlangsung.

Ditemui saat memproduksi jamu, Komang Ari Rediasa (21) mengatakan, perhari ia mampu memproduksi jamu atau loloh sebanyak 60 botol. Dengan 2 varian yaitu loloh kunyit dan loloh gamongan. “Dari jamu yang saya buat adalah loloh kunyit dan loloh gamongan dan sampai saat ini masih eksis di desa untuk diperjual belikan, sekali produksi bisa produksi 30 botol untuk satu produk,”ujarnya.

Lanjut Ari Rediasa, ia memberi nama loloh kampung Naga karena saran dari Kepala Desa Nagasepaha. Loloh yang dijualnya juga sangat murah dengan harga Rp 5000 perbotolnya. “Saya kasi nama loloh kampung naga karena diberikan saran oleh bapak Perbekel dan atas kontribusi dan motivasi yang diberikan kepada saya, saya bisa mengembangkan usaha ini sampai sekarang,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nagasepaha mengatakan,¬† potensi yang dimiliki Ari Rediasa sangat bagus untuk meracik jamu dan juga itu merupakan warisan turun temurun dari leluhurnya. Melihat potensi yang dimiliki, Kades Nagasepaha Wayan Sumeken memotivasi Ari Rediasa untuk menggeluti usaha jamu. “Kami memberikan suatu motivasi karena di masa pandemi banyak warga yang di PHK, dan saya lihat Ari Rediasa pandai meracik loloh Bali, dan saya motivasi sebagai pemuda yang memiliki talenta,”pungkasnya.(dpa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *